Membahas Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa secara lengkap dari jurnal umum sampai laporan kuangan perusahaan jasa

MENGENAL BUKTI TRANSAKSI KEUANGAN YANG SERING DIGUNAKAN

Blog belajarakuntansijasa.blogspot.com pada saat ini akan memaparkan berbagai bentuk dari bukti transaksi Keuangan yang sering digunakan khususnya dalam perusahaan jasa.



Artikel ini dapat dipahami dengan baik jika anda sudah mengetahui jenis-jenis transaksi dalam perusahaan jasa, jika anda belum mengetahuinya maka disarankan untuk membaca dahulu artikel berbagai transaksi dalam operasional perusahaan jasa. Jika anda sudah membaca artikel itu maka silahkan simak artikel mengenai pengenalan bukti transaksi keuangan berikut ini :

Definisi Bukti Transaksi dalam dunia Usaha

Apa itu Bukti transaski Keuangan? Nah jika anda masih bertanya-tanya tentang pengertian bukti transaksi keuangan, maka sebelum dijelaskan berbagai jenis bukti transaksi maka saya sampaikan dahulu pengertian atau definisi bukti transaksi keuangan. Bukti transaksi keuangan secara sederhana dimaknai sebagai sesuatu yang menjelaskan fakta tentang telah dilakukannya suatu kejadian atau peristiwa yang dapat menambah atau mengurangi kekayaan perusahaan serta bisa diukur dengan satuan uang. Kejadian atau peristiwa yang termasuk dalam pengertian ini meliputi kejadian atau peristiwa intern maupun kejadian atau peristiwa ekstern. Kejadian Intern adalah kejadian atau transaksi yang hanya melibatkan pihak dalam perusahaan saja, contohnya penyusutan aktiva tetap, penyusutan aktiva tetap misalnya saja penyusutan peralatan yang digunakan dalam operasional usaha bukti transaksinya berupa “memo”, adapun kegiatan ekstern adalah semua kegitan yang melibatkan pihak diluar perusahaan, contohnya kejadian atau peristiwa pembelian peralatan yang digunakan dalam operasional usaha jasa yang dibeli dengan tunai, bukti transaksi pembelian peralatan dengan cara tunai bukti transaksi keuangannya berupa “nota”.

Inilah Bentuk-bentuk Bukti Transaksi Keungan dalam dunia Usaha

Dalam Dunia Usaha atau bisnis selalu dipenuhi dengan berbagai jenis transaksi keuangan, dari berbagai transaksi keuangan tersebut maka muncullah adanya Bukti transaksi Keungan. Karena transaksi Keuangan memiliki berbagai jenis maka bentuk dari bukti transaksi keunagannya juga ada beberapa jenis. Nah selengkapnya tentang berbagai jenis bentuk bukti transaksi adalah sebagai berikut:

Bukti transaksi Keungan “Kuitansi atau Receipts”

Bukti transaksi yang berupa kuitansi

Anda pasti sudah sering melihat bukti transaski yang berupa kuitansi bukan? Kapan anda melihatnya? Kuitansi atau disebut pula Receipts adalah Buntuk bukti transaksi yang diperoleh karena telah terjadi penerimaan uang yang ditujukan untuk pembayaran sesuatu. Kuitansi dibuat oleh penerima uang. Jadi pihak yang membuat kuitansi adalah penerima uang atas pembayaran sesuatu yang dilakukan pihak lainnya, misalnya pembayaran atas penyewaan gedung, pembayaran jasa iklan dan pembayaran lainnya.



Kuitansi bentuknya berupa lembaran kertas (biasanya telah dijilib/dibukukan) yang memiliki dua bagian yaitu bagian kanan dan bagian kiri, bagian kanan adalah bagian untuk orang yang membanyar dan bagian kiri adalah bagian untuk penerima uang pembayaran. Bagian Kanan akan dirobek dan diberikan kepada pihak yang membayar atau memerikan uang sedangkan bagian kiri akan disimpan oleh pihak penerima uang.

Nota atau notes

Nota yang dikenal juga dengan “nota kontan” merupakan Bukti transaksi yang timbul dari adanya pembelian maupun penjualan barang dengan sistem atau cara kontan (tunai). Nota dalam dunia usaha juga sering ditemui, bahkan anda sebagai pelajar juga mungkin pernah mendapat nota atas pembelian atau penjualan sesuatu. Misalnya saja ketika anda melakukan copi dokumen tertentu di tempat foto copy, setelah anda membayar tunai untuk documen yang anda kopi maka anda akan diberi nota, dalam nota itu diterangkan harga foto kopi dokumen anda jumlah dokumen yang difoto copi dan sebagainya.

Bentuk Faktur atau invoices

Faktur yang disebut pula invoices adalah bukti transaksi yang muncul akibat dilakukannya pembelian atau penjualan barang dengan sistem kredit. Faktur dibuat 3 rangkap, karena faktur akan diberikan kepada 3 pihak, yaitu untuk bagian gudang, bagian keuangan, dan yang ketiga diberikan kepada pembeli.

Memo internal atau internal memos

Memo internal yang lebih familiar disebut "memo" adalah bukti transaksi yang muncul akibat terjadinya transaksi atau kejadian intern diantara pihak dalam suatu perusahaan. Contoh transaksi intern yang menimbulkan munculnya memo antara pemakaian perlengkapan, penghapusan piutang, penyusutan aktiva tetap, penghapusan piutang dll.

Nota debit

Nota debit adalah bukti transaksi yang muncul karena adanya pengembalian barang yang telah dibeli (retur pembelian) yang dibuat oleh pihak pembeli. Pengembalian barang dilakukan karena barang tidak sesuai pesanan atau karena barang cacat.

Bukti Transaski Nota kredit

Nota kredit adalah bukti transaksi yang muncul karena adanya pengembalian barang yang telah dijual (retur penjualan) yang dibuat oleh pihak penjual, Pengembalian barang dilakukan karena barang tidak sesuai pesanan atau karena barang cacat.

Demikianlah Pemaparan mengenai pengenalan Bukti Transaksi Keuangan yang sering digunakan dalam dunia bisnis. Setelah memahami artikel ini silahkan anda membaca artikel Cara analisa Bukti transaksi Keunagan atau penentuan debit dan kredit. Semoga dengan membaca artikel singkat ini anda semakin mengenal bukti transaksi keuangan dengan benar.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : MENGENAL BUKTI TRANSAKSI KEUANGAN YANG SERING DIGUNAKAN

0 komentar:

Post a Comment